Sorotan Terhadap Operasional Kebun Bukit Lima, Publik Minta Klarifikasi Manajemen PTPN IV Regional II

Keterangan Foto : Kondisi Buah Restan dan Berondolan yang Dibiarkan di TPH serta Areal yang Semak di Afdeling II dan III Unit Kebun Bukit Lima

Bukit Lima, Simalungun – Metro86 News

Kondisi operasional dan pemeliharaan tanaman di Unit Kebun Bukit Lima PTPN IV Regional II kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan, pelaksanaan pemeliharaan tanaman, hingga tata kelola produksi yang dinilai berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan.

Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa areal kebun, ditemukan masih adanya Tandan Buah Segar (TBS) restan dalam jumlah cukup banyak yang belum terangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas buah dan berdampak terhadap rendemen minyak sawit yang dihasilkan.

Selain itu, di sejumlah Tempat Pengumpulan Hasil (TPH), khususnya di Afdeling II dan III, terlihat berondolan yang tidak dikutip dan dibiarkan menumpuk hingga sebagian membusuk. Padahal, berondolan merupakan bagian dari hasil produksi yang memiliki nilai ekonomi dan berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

Tidak hanya itu, pelaksanaan pekerjaan tunasan kelapa sawit juga menjadi perhatian. Dari hasil pemantauan, pekerjaan tunasan diduga lebih banyak dilakukan pada tanaman yang berada di sepanjang jalan utama, sementara pada areal bagian dalam masih ditemukan banyak tanaman yang belum ditunas sesuai standar pemeliharaan yang berlaku.

Kondisi pemeliharaan tanaman semakin menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah areal di Afdeling II dan III yang masih dipenuhi anak kayuan dan gulma hingga menyerupai semak belukar. Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan pekerjaan pendongkelan dan penyemprotan (cemisan), mengingat anggaran untuk kegiatan tersebut disebut telah dialokasikan dalam program pemeliharaan kebun.

Di sektor produksi, ditemukan pula dugaan adanya buah yang belum memenuhi kriteria matang panen namun telah dipanen. Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan tindakan tersebut diduga dilakukan untuk mengejar target produksi. Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai berpotensi bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) panen yang diterapkan perusahaan.

Fungsi pengawasan di Afdeling III juga turut menjadi perhatian. Indikasinya terlihat dari masih tingginya kehilangan berondolan di lapangan serta lemahnya pengawasan terhadap kegiatan produksi dan pemanenan. Kondisi tersebut memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, termasuk efektivitas kinerja jajaran pengawas lapangan.

Menanggapi berbagai temuan tersebut, sejumlah pihak berharap manajemen PTPN IV Regional II dapat memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Klarifikasi dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional, pemeliharaan tanaman, dan pengawasan produksi di Unit Kebun Bukit Lima berjalan sesuai standar perusahaan.

Sebagai perusahaan perkebunan milik negara yang mengelola aset strategis, PTPN IV diharapkan mampu menjaga tata kelola operasional yang profesional, transparan, dan akuntabel. Evaluasi terhadap kinerja manajemen kebun, pengawasan lapangan, serta realisasi program pemeliharaan dinilai perlu dilakukan guna meminimalkan potensi kerugian perusahaan dan memastikan produktivitas kebun tetap terjaga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Regional II masih diharapkan memberikan tanggapan dan klarifikasi resmi atas berbagai temuan yang menjadi perhatian publik tersebut. Klarifikasi tersebut diperlukan demi tersajinya informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (Red)

Keterangan Foto: Berondolan yang Tidak Dikutip di Afd II Unit Kebun Bukit Lima
Keterangan Foto: Kondisi Pohon Kelapa Sawit yang Diduga Tidak Ditunas Namun Ditutup.
Keterangan Foto: TBS yang Dipanen Mentah Diduga Tidak Sesuai SOP Panen

Pos terkait